← Kembali

Mahasiswa UBB Lakukan Asistensi Mengajar di SLB N 31 PKLK Pangkalpinang

Dikirim: Juli 2024

Asistensi Mengajar Mahasiswa UBB di SLB

UBB — Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) yang tergabung dalam tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan skema Kampus Mengajar melakukan asistensi mengajar di SLB N 31 PKLK Pangkalpinang. Tim ini terdiri dari Shafira Mutiara Lestari sebagai ketua serta Fiola Angelina Chandra, Sephia, dan Cindy Murti Fatikasari sebagai anggota. Mereka dibimbing oleh Bob Morison Sigalingging, M. Hum.

Mahasiswa yang berasal dari Program Studi Sastra Inggris ini akan mengajar bahasa Inggris selama empat bulan, mulai dari Juli hingga November 2024. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi bahasa Inggris yang interaktif, menarik, dan relevan bagi siswa/i dengan kebutuhan khusus. Selain itu, program ini juga berfokus pada pengembangan strategi pembelajaran diferensial untuk memenuhi kebutuhan individu siswa yang beragam.

Shafira, ketua tim Kampus Mengajar, menyatakan bahwa mengajar di SLB merupakan tantangan baru dan menarik. Selama hampir dua minggu, program asistensi berjalan lancar dan memberikan pengalaman serta wawasan baru mengenai anak berkebutuhan khusus (ABK). "Selama hampir 2 minggu ini melakukan program asistensi mengajar berjalan dengan lancar dan tentunya menambah pengalaman hingga wawasan baru," ujarnya.

Kepala sekolah SLB N 31 PKLK Pangkalpinang menyambut positif program ini. Ia mengungkapkan bahwa SLB Negeri Pangkalpinang masih kekurangan guru, terutama untuk mata pelajaran bahasa Inggris. Kehadiran mahasiswa UBB sangat membantu pembelajaran di kelas, khususnya untuk mata pelajaran bahasa Inggris. Selain itu, mahasiswa juga membantu mengisi kelas kosong ketika ada guru yang berhalangan hadir.

Asistensi Mengajar Mahasiswa UBB di SLB

Dosen fasilitator, Bob Morison Sigalingging, M. Hum, menjelaskan bahwa asistensi mengajar oleh tim mahasiswa bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui rancangan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang beragam dan berharga bagi para mahasiswa serta meningkatkan kepekaan sosial mereka.

Shafira menambahkan bahwa dukungan positif dari dosen pembimbing dan sambutan hangat dari pihak sekolah meningkatkan semangat dan rasa percaya diri dalam menjalankan program MBKM. Program kerja yang mereka bawakan merupakan inovasi kreatif yang memudahkan pihak sekolah dan guru-guru dalam memberikan pembelajaran bahasa Inggris secara berkelanjutan. Mereka menggunakan modul dan video pembelajaran kolaboratif dengan metode prompt dan bahasa isyarat untuk membantu siswa/i yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran.

Tim Kampus Mengajar berharap kehadiran mereka dalam pembelajaran bahasa Inggris dapat bermanfaat bagi pihak sekolah dan mengasah keterampilan siswa/i secara berkelanjutan. Mereka juga berharap program ini dapat memberikan dukungan positif bagi anak berkebutuhan khusus dalam mengembangkan kemampuan sosial dan kreativitas mereka.